Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī 除夕 yang berarti “Malam Pergantian Tahun”. Perayaan tahun baru ini dimulai di hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas pada saat bulan purnama.

Di Tiongkok malam tahun baru imlek memiliki adat dan tradisi yang sangat beragam, seperti perjamuan makan malam pada malam tahun baru serta penyulutan kembang api. Di Bekasi sendiri sejumlah klenteng pada tahun baru Cina selalu dipadati oleh warga berketurunan Tionghoa. Salah satunya adalah Klenteng Hok Lay Kiong yang merupakan Klenteng tertua di Bekasi. Klenteng ini disebut juga sebagai pembawa rezeki. Arti nama Hok Lay Kiong itu sendiri adalah istana yang mendatangkan rezeki. Tempat ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang berkunjung.

Klenteng Hok Lay Kiong didirikan abad ke-18M, dan hingga saat ini masih digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat Cina terutama yang berada di daerah Bekasi. Pada tahun baru imlek di Klenteng Hok Lay Kiong biasanya perayaan ritual dengan menyelenggarakan pencucian arca dewa-dewa dan juga diiringi pawai barongsai dan berbagai kesenian Cina lainnya.

Klenteng Hok Lay Kiong masih khas dengan corak asli Tiongkok yang bernuansa warna merah. Mengingat usianya yang sudah tua klenteng ini telah mengalami banyak perubahan namun, beberapa bagian tetap dijaga keasliannya seperti, bagian pintu utama. Ketika memasuki pintu gerbang terlihat menara pagoda pembakaran lengkap dengan ornament naga yang biasa digunakan sebagai tempat pembakaran Fu. Terdapat juga hiasan yang menggambarkan perjalanan hidup Hian Thian Siang Te. Meja untuk meletakkan peralatan sembahyang yang masih dijaga keasliannya. Dibeberapa sudut ruangan terdapat arca dewa-dewi yaitu dewa bumi, dewa airm dewa angin hingga dewi Kwan Im yang merupakan salah satu dewi yang paling dipuja.

Sumber gambar: tempo.co